Tips Trik resepsi dan cincin pernikahan

Pidato Pernikahan

pidato pernikahanPernikahan adalah sesuatu yang sangat dinantikan oleh banyak orang, tak hanya mempelai tetapi juga keluarga mereka. Tentu, mengingat momen ini sangat bersejarah, keluarga mempelai merasa perlu membuat sebuah “pertanda” dan syukuran berupa pesta pernikahan. Dalam pesta pernikahan pasti ada serangkaian acara dan dalam rangkaian acara tersebut ada beberapa pidato yang harus disampaikan. Terkadang, keluarga mempelai mengalami kesulitan untuk berpidato. Untuk memudahkan, mereka bisa mencari contoh-contoh pidato di banyak sumber. Bahkan, ada beberapa buku yang khusus membahas dan memberikan contoh-contoh pidato pada upacara pernikahan. Dalam contoh-contoh pidato pernikahan tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Perhatikan siapa saja yang harus memberikan pidato. Hal ini penting karena menyangkut keluarga kedua belah pihak. Ketidakpuasan karena tidak bisa memberikan pidato bisa membuat masalah di kemudian hari.

2. Untuk mengantisipasi beberapa hal seperti terlupa menyebutkan nama, gelar, dan beberapa detail lain dalam pidato, akan lebih baik jika panitia menyiapkan teks pidato untuk masing-masing pemberi pidato. Dalam teks pidato harus tercantum dengan jelas banyak detail yang sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman. Nama dan gelar merupakan dua hal yang sangat penting yang harus tercantum dengan jelas dalam teks pidato tersebut.

3. Dalam pidato pernikahan harus tercantum beberapa hal yang umum seperti ungkapan syukur kepada Tuhan, kebahagiaan atas bersatunya mempelai serta kebahagiaan atas bertambahnya saudara berkat pernikahan tersebut. Untuk mengakhiri pidato pernikahan, tak lupa ucapa terima kasih kepada seluruh hadirin yang telam menyempatkan datang serta mempersilahkan mereka untuk menikmati suasana dengan nyaman.

4. Khusus untuk pidato Jawa, ada beberapa kekhususan yang harus dilakukan. Dalam pidato Jawa biasanya ada bagian berisi tembang. Tembang tersebut berisi ungkapan kebahagiaan atas pernikahan tersebut. Untuk itu, sebaiknya pemberi pidato dalam upacara pernikahan Jawa adalah orang yang fasih bahasa jawa dan pandai mengalunkan tembang dalam bahasa jawa. Hal terpenting dalam pidato Jawa adalah penggunaan bahasa kromo inggil. Kromo inggol adalah bahasa Jawa terhalus dalam tingkatan bahasa Jawa (Ngoko: kasar, Kromo Alus: Halus biasa, Kromo Inggil: sangat halus, biasa digunakan untuk kerabat keraton).

Leave a Reply